Selasa, 05 Maret 2013

Bukan Tuan Tanah

Benihku kutanam di banyak tanah.
Tanah milik tuan-tuan.

Tak sangka tanah tuan-tuan bukanlah tanah milik Tuan. 
Tanah tuan telah membunuh benihku.
Tuan satunya juga begitu.
Begitupun yang satunya.

Kutinggalkan tanah tuan dan tuan lainnya.
Karena aku tak punya benih lagi.
Matahari pun datang setelah hujan.
Tapi tanpa tanah, apa yang mau tumbuh?
Tapi apa yang mau tumbuh tanpa benih?

Sekarang aku mencari Tuan, untuk meminta benih.
Tuan ini punya benih tapi tak punya tanah.
Aku suka Tuan yang bukan tuan tanah.

Tuan, sekarang aku jadi tanahnya.
Tanamlah benihmu di tanahku.
Baru kupanggil hujan dan matahari.


NEwseum Indonesia, Desember 2009



Tidak ada komentar:

Posting Komentar