“Orang-orang bawah
tangga”, adalah simbol individu-individu seniman yang mengeksplorasi ruang-ruang
publik sebagai tempat berkesenian, yang memungkinkan seorang seniman memiliki ruang
untuk meneliti kembali identitasnya, eksistensinya. Kesenian dalam hal ini
diperlakukan secara inklusif, bukan eksklusif. Seni sebagai milik publik, milik
rakyat, milik seniman. Seni publik adalah seni yang lahir di luar jangkauan
industri, gedung-gedung yang tertutup, ikatan institusi.
“Orang-orang bawah
tangga” adalah sebuah ruang produksi yang bebas dalam maknanya masing-masing,
adalah sebuah laboratorium seniman untuk menelurkan karyanya melalui proses
interaksi antar-seniman, melakukan uji coba kepada publik, meneliti ulang
aksi-reaksi antara karya dan publik. Laboratorium ini seperti sebuah studio lukis,
bilik menulis, yang memberi tempat
seniman untuk berproses, merenung, berimajinasi, berinspirasi, menambah
wawasan, menghargai dirinya sendiri, menaikkan kapasitas dirinya sebagai
seniman.
Adapun laboratorium
ini akan membantu seniman menjadi lebih berdaya dan mandiri, tanpa tergantung dengan
trend, pasar dan bisnis seni, namun menjadi karya-karya yang lahir dan akhirnya
dihargai.
Pemikiran tentang “orang-orang
bawah tangga” ini terinspirasi dari pergulatan Van Gogh dalam ide dan pemikirannya
tentang The Yellow House, atau Romo Mangun yang merespon Kali Code, namun
Orang-orang Bawah Tangga ini lebih merespon kondisi sosial di lingkungannya.
Ini tentu saja bukan sesuatu yang baru, namun akan sangat berarti untuk memberdayakan
seniman menjadi lebih produktif bila dijalankan secara konsisten.
Dimanakah tempat “Orang-orang
Bawah Tangga”? Adalah di ruang-ruang publik, dimana mereka bisa saling
berdiskusi, memaknai, merenung dan membantu mereka mendapatkan inspirasi dan
menelurkan karya. Konteks “Orang-Orang Bawah Tangga” adalah seniman-seniman
yang saling mendukung, tanpa mencampuri imajinasi satu dengan lainnya. Sebuah
kolaborasi yang alami dan spontan, namun bukan tanpa konsep.
Salam budaya!
Mariana Amiruddin dan
Yenti Nurhidayat
Senin, 25 November
2013
Taman Ismail Marzuki