“If you want to be respected by others the great thing is to respect yourself. Only by that, only by self-respect will you compel others to respect you.” Dostoyevsky
Senin, 24 Maret 2014
Amarah Langit
Oleh: Mariana Amiruddin
Bulan Maret. Petir masih menyambar-nyambar.
Marah atas apa wahai langit?
Ledakan itu persis di atasku.
Berarak-arak terdorong awan,
mengguncang atap sampai ke lantai.
Airmu jatuh keras sekali memercik sampai ruang kerjaku.
Ai ini amarah atas apa?
Wahai langit,
asap dari hutan dibakar berhektar-hektar itu bukan di sini.
Titik-titik airmu berebut di kaca jendelaku.
Aku ngeri menyaksikan amarahmu.
Seekor kucing liar menumpang berteduh di ruang tamuku.
Ia ragu aku manusia yang baik.
Ia menjingkat-jingkat basah.
Hewan yang paling takut basah.
Ia berharap aku orang baik yang mau menampungnya.
Wahai langit,
semoga kemarahanmu mengingatkan kami,
sekaligus menolong mahluk-mahluk kecil seperti kami.
Dan tanda-tanda itu telah aku saksikan berkali-kali.
Redalah hujanku.
Redahlah sampai hanya kudengar tetes lembut jatuh di atas tanah pohon melatiku.
Senin, 17 Maret 2014
Akademisi, penulis, dan aktivis perempuan Program Pasca Sarjana Kajian Wanita Universitas Indonesia (2000-2002). Pemimpin Redaksi sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan (2008-2013), Komisioner Komnas Perempuan 2015-2025 (dua periode)
Salah satu pendiri Aliansi Laki-laki Baru, yang berperan aktif dalam mengadvokasi pelibatan laki-laki dalam gerakan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender.
Selain menulis berbagai buku dan esai tentang feminisme, hermeneutika, dan politik tubuh, juga berkontribusi dalam pengembangan wacana gender di Indonesia melalui berbagai publikasi seperti tulisan opini diberbagai surat kabar, cerita pendek, dan esai, novel, dan kolaborasi, termasuk pembuatan video panduan "understanding Gender" bersama GIZ.
Langganan:
Postingan (Atom)