Minggu, 02 Februari 2014

Karena Kehendak adalah Hak

Oleh: Mariana Amiruddin

"Orang cenderung membelah diri. Memisahkan keluarga dengan publik. Seperti jiwa yang terpisah dengan tubuh. Kenapa? Karena keluarga sering tidak seiring, tidak bersambung dengan pikiran dan pengalaman pikir saya. Apalagi imajinasi. Perhitungannya selalu normatif. Mengabaikan karakter individu. Apa yang disebut keluarga adalah realitas masyarakat. Apa yang disebut masyarakat adalah realitas keluarga. Sayangnya saya sering tidak cocok dengan realitas masyarakat. Saya terlempar berkilo-kilo meter, menjadi diri yang lain, yang tidak sealur dengan keluarga yang seperti anomali dalam masyarakat. Tak bisa senyum kalau tak mau senyum. Tak bisa tertawa kalau tak mau tertawa. Senyum dan tawa hanya di ruang-ruang tertentu. Mengangguk saja bila merasa tak cocok. Menggeleng bila merasa tidak pantas. Lalu bisakah saya menciptakan keluarga sendiri? Ternyata tidak bisa. Karena rantai keluarga itu terus beralur, seperti cerita yang tak habis..."

"Apa yang saya sebut keluarga akhirnya adalah orang-orang pilihan saya sendiri. Meski sifatnya sementara. Seperti pekerja kontrakan. Adalah teman-teman. Tak berlama-lama, gampang datang, gampang pergi. Ada yang sudah lama pergi, lalu muncul kembali. Dan kini pergi lagi.

Orangtua, tanpa mengurangi rasa hormat, cukup mereka saja yang terus terbawa mimpi. Membayangkan sulitnya mempertahankan sebuah ikatan dan melahirkan anak-anak serta membesarkannya. Yang lainnya adalah diri saya sendiri."

Di dalam keluarga, saya tidak pernah bisa jadi diri sendiri.
Di luar sini, saya selalu jadi diri saya sendiri.
Akhirnya, kebebasan yang kuraih ini adalah akibat bentuk negosiasi hidup saya pada orang tua dan keluarga, dan tentu masyarakat.

"Inilh saya"

Sayapun tak mau bergantung.
Karena kehendak adalah hak.
Dan jarak telah menjadi kehendak.
Kehendak diantara hak-hak yang kadang sulit saling bertemu.

Aku mencari kehendak di luar sini.
Meski belum juga kutemukan.
Kecuali air dan api dalam pikiran.


Kelapa Gading, 29 Desember 2009