Oleh: Mariana Amiruddin
Tali hidup telah aku rentangkan. Tapi aku memutusnya di tengah jalan. Tali memori, tali perjalanan. Terlalu banyak luka dan cita-cita yang tertunda. Tali putus merentang tersia-siakan.
Dulu, aku ingin mengulur sampai di ujungnya. Sekarang, aku lupa dimanakah letak ujungnya. Lalu aku tinggalkan begitu saja.
Seseorang menemukan tali putus itu, yang kini terbelah-belah ke segala arah. Tali siapakah ini? Ia merangkainya menjadi tali-temali.
"Itu bukan taliku lagi. Itu tali milikmu. Mana taliku? Talimu telah kau tinggalkan. Kini jadi taliku. Bolehkah aku pinjam, itu dulu tali-taliku! Carilah tali yang lain!"
Aku mencari tali yang lain. Aku tak temukan tali yang baru! Ia tertawa terbahak. Ia lepaskan tali-temalinya dan merentang seperti semula. Aku mulai mengingat tali itu. Ia memberikan ujung tali padaku, dan ujung lainnya padanya. Kami menarik tali itu ke arah yang berlawanan. Kami tak bisa beranjak kemana-mana. Kami marah dan berontak. Tali-tali itu malah mengikat kami. Kami jatuh tergelinding dalam keadaan terikat. Kami tak tahu ada lubang di situ.
Kami terperosok ke dalamnya.
Kami terkubur di dalamnya.
Ujung tali itu ternyata kematian kami sendiri.
Perjalanan, 10 November 2013
“If you want to be respected by others the great thing is to respect yourself. Only by that, only by self-respect will you compel others to respect you.” Dostoyevsky
Sabtu, 09 November 2013
Tali Mati
Akademisi, penulis, dan aktivis perempuan Program Pasca Sarjana Kajian Wanita Universitas Indonesia (2000-2002). Pemimpin Redaksi sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan (2008-2013), Komisioner Komnas Perempuan 2015-2025 (dua periode)
Salah satu pendiri Aliansi Laki-laki Baru, yang berperan aktif dalam mengadvokasi pelibatan laki-laki dalam gerakan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender.
Selain menulis berbagai buku dan esai tentang feminisme, hermeneutika, dan politik tubuh, juga berkontribusi dalam pengembangan wacana gender di Indonesia melalui berbagai publikasi seperti tulisan opini diberbagai surat kabar, cerita pendek, dan esai, novel, dan kolaborasi, termasuk pembuatan video panduan "understanding Gender" bersama GIZ.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar